Rabu, 01 April 2015

Softskill Bahasa Inggris Bisnis 2

PENGERTIAN HARTA INDO-ENGLISH



Treasure is a good thing that has the form and the apparent owned by the company. Claims on intangible assets is called equity / equities that can bring benefits in the future.
1. Current Assets / Current Assets / Current Assets
Current assets are assets in the form of cash or other assets that can be redeemed for cash within one year.
Example: accounts receivable, costs or expenses paid in advance, securities, cash, gold, merchandise inventory, revenue to be received, and so forth.
2. Property Investment / Asset investment is / Investment Assets
Investment treasure is treasure invested in investment products for profit.
Example: Mutual funds, stocks, bonds, and others.
3. Intangible Assets / Intangible Assets
Intangible assets are assets that do not have a valid form but owned company and can generate profits for the company.
Example: trademarks, patents, copyrights, concession / concessions, franchises, goodwill, and so forth.
4. Fixed Assets / Assets / Fixed Assets
Fixed assets are assets that support the company's operations are permanent ownership.
Example: building, automobile, machinery, equipment and perlengapan office, and others.
5. Other Assets / Other Assets
Another treasure is an estimate or an account that can’t be categorized in the property or assets of the above either in the form of fixed assets, investment assets, intangible assets and current assets.
Example : The machine is damaged , bail , wealth is still in the process of legitimate governance , and others



Harta adalah benda baik yang memiliki wujud maupun yang semu yang dimiliki oleh perusahaan. Klaim atas harta yang tidak berwujud disebut ekuitas / equities yang dapat mendatangkan manfaat di masa depan.
1. Harta Lancar / Aktiva Lancar / Current Assets
Harta lancar adalah harta yang berbentuk uang tunai maupun aktiva lainnya yang dapat ditukarkan dengan uang tunai dalam jangka satu tahun.
Contoh : piutang dagang, biaya atau beban dibayar di muka, surat berharga, kas, emas batangan, persediaan barang dagang, pendapatan yang akan diterima, dan lain sebagainya.
2. Harta Investasi / Aktiva Ivestasi / Investment Assets
Harta Investasi adalah harta yang diinvestasikan pada produk-produk investasi untuk mendapatkan keuntungan.
Contoh : Reksadana, saham, obligasi, dan lain-lain.
3. Harta Tak Berwujud / Intangible Assets
Aset tak berwujud adalah harta yang tidak memiliki bentuk tetapi sah dimiliki perusahaan dan dapat menghasilkan keuntungan bagi perusahaan.
Contoh : Merk dagang, hak paten, hak cipta, hak pengusahaan hutan / hph, franchise, goodwill, dan lain sebagainya.
4. Harta Tetap / Aktiva Tetap / Fixed Assets
Harta tetap adalah harta yang menunjang kegiatan operasional perusahaan yang sifatnya permanen kepemilikannya.
Contoh : Gedung, mobil, mesin, peralatan dan perlengapan kantor, dan lain-lain.
5. Harta Lainnya / Other Assets
Harta lain adalah perkiraan atau akun yang tidak dapat dikategorikan pada harta atau aset di atas baik dalam bentuk aset tetap, aset investasi, aset tak berwujud dan aset lancar.
Contoh : Mesin rusak, uang jaminan, harta yang masih dalam proses kepengurusan yang sah, dan lain-lain.

Minggu, 11 Januari 2015

Beberapa Hal yang Dapat Dilakukan Untuk Penelitian



A.      Pengumpulan Data
Jika di lihat dari pengertian metode pengumpulan data menurut ahli metode pengumpulan data berupa suatu pernyataan (statement) tentang sifat, keadaan, kegiatan tertentu dan sejenisnya. Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan penelitian (Gulo, 2002 : 110).

B.      Wawancara
Wawancara merupakan percakapan antara dua orang atau lebih dan berlangsung antara narasumber dan pewawancara. Tujuan dari wawancara adalah untuk mendapatkan informasi di mana sang pewawancara melontarkan pertanyaan-pertanyaan untuk dijawab oleh orang yang diwawancarai.
                               
Berikut ini merupakan contoh wawancara untuk penelitian
A : Menurut Ibu bagaimana pelaksanaan mengajar kerajinan tangan kelas IV dan V khusunya di SDN-10 Palangka?
B : Berjalan dengan lancar dan baik. Guru yang mengajar SBK ini selalu ada di dalam kelas dan mengisi absen. Seandainya guru tersebut tidak hadir, maka guru tersebut memberi tugas kepada siswa atau siswa belajar dengan guru yang sedang piket pada hari itu.
A : Apa saja hasil karya kerajinan tangan yang sudah dibuat oleh peserta didik dalam pembelajaran Seni Budaya dan Keterampilan?
B : Soal itu bisa ditanya langsung kepada guru mata pelajaran SBK, karena guru tersebut yang mengajarkan kepada mereka.
A :Hambatan apa saja yang dialami guru maupun peserta didik dalam pembelajaran seni budaya dan keterampilan khususnya dalam membuat kerajinan tangan ?
B : Hambatannya yaitu dalam masalah bahan, karena sebagian bahan susah dicari seperti rotan untuk membuat anyaman. Akan tetapi, yang sangat mempengaruhi adalah keterampilan gurunya yang masih minim/kurang dalam mengajarkan praktek membuat karya kerajinan tangan.
A : Bagaimana penggunaan metode yang diterapkan oleh guru dalam pembelajaran seni budaya dan keterampilan khususnya dalam membuat kerajinan tangan.
B : Demonstrasi, saling berkomunikasi, mengajarkan teori dan tanya jawab antara guru dan murid, serta murid mempraktekan yang telah diajarkan guru dalam membuat kerajinan tangan.
A : Bagaimana interaksi guru dengan peserta didik dalam mengajarkan seni budaya dan keterampilan?
B : Saling berkomunikasi, saling bertanya jawab antara guru dan murid, kadang guru bertanya muridpun menjawab dan begitu pula sebaliknya.

C.      Angket atau Kuesioner
Angket atau kuesioner adalah instrumen penelitian yang berupa daftar pertanyaan untuk memperoleh keterangan dari sejumlah responden (sumber yang diambil datanya melalui angket). Angket atau kuesioner dapat disebut sebagai wawancara tertulis, karena isi kuesioner merupakan satu rangkaian pertanyaan tertulis yang ditujukan kepada responden dan diisi sendiri oleh responden.

               

Berikut ini merupakan contoh angket atau kuesioner untuk penelitian
1)         Apakah anda selalu berusaha mengerjakan soal-soal pelajaran akuntansi  yang memerlukan ketelitian, kecermatan dan ketepatan ?
         a. Sering             b. Selalu           c.Jarang            d. Tidak pernah
2)         Apakah saudara selalu berusaha untuk belajar sendiri dirumah ?
         a. Sering             b. Selalu           c.Jarang            d. Tidak pernah
3)         Apakah saudara selalu bertanya kepada guru tentang pelajaran akuntansi  yang belum dimengerti ?
         a. Sering             b. Selalu           c.Jarang            d. Tidak pernah
4)         Apabila guru memberikan soal akuntansi kepada anda, apakah anda berusaha untuk mengerjakannya ?
         a. Sering             b. Selalu           c.Jarang            d. Tidak pernah
5)         Untuk mengembangkan diri dalam belajar, apakah anda mengerjakan soal yang berhubungan dengan mata pelajaran ?
         a. Sering             b. Selalu           c.Jarang            d. Tidak pernah


6)         Apakah saudara selalu berusaha mengulang kembali mata pelajaran akuntansi  yang telah diajarkan oleh guru ?
         a. Sering             b. Selalu           c.Jarang            d. Tidak pernah
7)         Apakah saudara selalu melakukan kegiatan sebaik mungkin dalam satu hari ?
         a. Sering             b. Selalu           c.Jarang            d. Tidak pernah
8)         Dalam setiap pekerjaan apakah saudara selalu mengerjakan dengan penuh semangat tanpa mengenal lelah ?
         a. Sering             b. Selalu           c.Jarang            d. Tidak pernah
9)         Apakah anda berani dan merasa bebas dalam mengemukakan pendapat sewaktu mengikuti proses belajar mengajar ?
         a. Sering             b. Selalu           c.Jarang            d. Tidak pernah
10)      Apakah saudara selalu mengajukan pertanyaan sewaktu mengikuti proses belajar mengajar ?
         a. Sering             b. Selalu           c.Jarang            d. Tidak pernah
11)      Apakah orangtua anda selalu melengkapi fasilitas belajar anda ?
         a. Sering             b. Selalu           c.Jarang            d. Tidak pernah
12)      Apakah saudara selalu menyiapkan fasilitas belajar anda sebelum berangkat kesekolah ?
         a. Sering             b. Selalu           c.Jarang            d. Tidak pernah
13)      Apakah anda pernah membeli buku pelajaran selain buku paket yang diberikan sekolah ?
a. Sering             b. Selalu           c.Jarang            d. Tidak pernah
14)      Jika ada soal yang sulit untuk dikerjakan apakah anda tetap mengerjakan soal tersebut sampai dapat ?
         a. Sering             b. Selalu           c.Jarang            d. Tidak pernah
15)      Apakah anda selalu menanyakan orang lain setiap menghadapi kesulitan dalam belajar?
         a. Sering             b. Selalu           c.Jarang            d. Tidak pernah

16)      Apakah saudara selalu mengerjakan PR dengan teman-teman (belajar kelompok)?
         a. Sering             b. Selalu           c.Jarang            d. Tidak pernah
17)      Apakah orang tua saudara selalu menegur bila anda belajar sampai larut malam?
         a. Sering             b. Selalu           c.Jarang            d. Tidak pernah
18)      Apakah saudara selalu menjaga kebersihan lingkungan sekolah ?
         a. Sering             b. Selalu           c.Jarang            d. Tidak pernah
19)      Apakah saudara menjaga fasilitas-fasilitas belajar anda ?
         a. Sering             b. Selalu           c.Jarang            d. Tidak pernah
20)      Apakah saudara selalu merasa nyaman ketika belajar disekolah ?
         a. Sering             b. Selalu           c.Jarang            d. Tidak pernah
21)      Dalam lingkungan belajar saudara, apakah anda selalu merasa senang tinggal ditempat tersebut ?
          a. Sering            b. Selalu           c.Jarang            d. Tidak pernah
22)     Apakah anda pernah meluangkan waktu untuk belajar khusus?
          a. Sering             b. Selalu           c.Jarang            d. Tidak pernah
23)     Apakah saudara selalu melaksanakan jadwal belajar dirumah dengan baik?
          a. Sering             b. Selalu           c.Jarang            d. Tidak pernah
24)      Apakah orangtua anda selalu memberikan waktu yang cukup untuk belajar dirumah ?
          a. Sering             b. Selalu           c.Jarang            d. Tidak pernah
25)      Apakah anda pernah mendapatkan bimbingan disaat kurang berminat dalam belajar ?
          a. Sering             b. Selalu           c.Jarang            d. Tidak pernah


Daftar Pustaka :

Senin, 03 November 2014

Tugas Softskill Bahasa Indonesia



Deduksi dan Induksi
A.      Pengertian Deduksi
Deduksi adalah pola berfikir dari umum ke khusus. Pola ini sering kita pakai dalam kehidupan sehari-hari. Kita melihat gambaran besar sebelum ke gambaran yang lebih spesifik.

Contoh :
Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa teh mempunyai banyak manfaat. Mengonsumsi teh secara teratur dapat mencegah kanker meskipun tidak terlalu besar. Teh juga menguatkan tulang dan mencegah pertumbuhan plak di permukaan gigi sehingga mencegah gigi berlubang. Tidak hanya memenuhi kebutuhan cairan tubuh seperti air putih, teh juga dapat melawan penyakit jantung.

Penalaran deduksi ada dua macam, yaitu:
1. Silogisme
Merupakan penarikan kesimpulan melalui dua premis (premis umum dan premis khusus) guna menurunkan premis baru (simpulan).

PU : A = B
PK : C = A
S : C = B

Contoh:
Semua pemilik mobil wajib membayar pajak. Pak Budiman memiliki sebuah mobil.
Maka kesimpulannya: Pak Budiman wajib membayar pajak

PU : Semua pemilik mobil wajib membayar pajak
                      A           =        B
PK : Pak Rizal memiliki sebuah mobil.
            C      =        A
S : Pak Hendra wajib membayar pajak
             C      =           B

2. Entimem
Merupakan penarikan kesimpulan melalui dua premis (premis umum dan premis khusus) guna menurunkan premis baru (simpulan). Namun, dalam penarikan kesimpulan dalam entimem diberikan alasan sebagai penyebabnya.

PU : A = B
PK : C = A
S : C = B karena C = A

Contoh:
PU : Semua warga yang sudah berumur 17 tahun wajib memiliki KTP
                           A                              =            B
PK : Monica sudah berumur 17 tahun
          C     =       A
S : Monica wajib memiliki KTP, karena Monica sudah berumur 17 tahun

C = B C = A

Ciri ciri dari paragraf deduktif adalah :
1. kalimat utama berada di awal paragraf.
2. kalimat disusun dari pernyataan umum yang kemudian disusul dengan penjelasan.

B.      Pengertian Induksi
Induksi adalah imbasan atau influensi, atau sesuatu yang menyebabkan. Induksi merupakan pengaruh benda yang bermuatan listrik atau magnet, sehingga benda lain yang semula netral dapat bersifat listrik atau magnet. Bila sepotong besi lunak atau bida besi itu masih berada di dalam medan magnet, maka akan menjadi bersifat magnet. Ujung besi yang dekat dengan salah satu kutub magnet memiliki kutub yang berlawanan dengan kutub magnet itu. Peristiwa besi menjadi magnet disebut dengan induksi. Bahasa inggris untuk induksi ini adalah induced.

Contoh secara ilmiah:
Pendekatan induksi menekanan pada pengamatan dahulu, lalu menarik kesimpulan berdasarkan pengamatan tersebut. Metode ini sering disebut sebagai sebuah pendekatan pengambilan kesimpulan dari khusus menjadi umum (going from specific to the general).
Metode induksi ini banyak digunakan oleh ilmu pengetahaun, utamanya ilmu pengetahuan alam, yang dijalankan dengan cara observasi dan eksperimentasi. Jadi metode ini berdasarkan kepada fakta – fakta yang dapat diuji kebenaran.

Berikut contoh penggunaan metode induktif berikut:
Mangga manalagi yang masih muda masam rasanya.
Mangga harum manis yang masih muda masam rasanya.
Mangga kopyor yang masih muda masam rasanya.
Mangga …. yang masih muda masam rasanya.
————————————————————————
Jadi, semua mangga yang masih muda masam rasanya.
Kesimpulan di atas bernilai benar karena sampai saat ini belum ada mangga yang masih muda yang tidak masam rasanya. Pernyataan itu akan bernilai salah jika sudah ada ilmuwan yang menghasilkan mangga yang tidak masam rasanya meskipun masih muda. Dengan demikian, hasil yang didapat dari induksi tersebut masih berpeluang untuk menjadi salah. 

Penalaran Induktif 
Penalaran Induktif adalah suatu penalaran yang berpangkal dari peristiwa khusus sebagai hasil pengamatan empirik dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat umum. Dalam hal ini penalaran induktif merupakan kebalikan dari penalaran deduktif. Untuk turun ke lapangan dan melakukan penelitian tidak harus memliki konsep secara canggih tetapi cukup mengamati lapangan dan dari pengamatan lapangan tersebut dapat ditarik generalisasi dari suatu gejala. Dalam konteks ini, teori bukan merupakan persyaratan mutlak tetapi kecermatan dalam menangkap gejala dan memahami gejala merupakan kunci sukses untuk dapat mendiskripsikan gejala dan melakukan generalisasi.

Dengan kata lain penalaran induktif adalah penalaran yang mengambil contoh-contoh khusus yang khas untuk kemudian diambil kesimpulan yang lebih umum. penalaran ini memudahkan untuk memetakan suatu masalah sehingga dapat dipakai dalam masalah lain yang serupa. catatan bagaimana penalaran induktif ini bekerja adalah, meski premis-premis yang diangkat benar dan cara penarikan kesimpulannya sah, kesimpulannya belum tentu benar. tapi kesimpulan tersebut mempunyai peluang untukbenar.

Ciri-ciri Paragraf Induktif :
 
 Terlebih dahulu menyebutkan peristiwa-peristiwa khusus
Kemudian, menarik kesimpulan berdasarkan peristiwa-peristiwa khusus 
Kesimpulan terdapat di akhir paragraph 
Menemukan Kalimat Utama, Gagasan Utama, Kalimat Penjelas 
Kalimat utama paragraf induktif terletak di akhir paragraph 
Gagasan Utama terdapat pada kalimat utama 
 Kalimat penjelas terletak sebelum kalimat utama, yakni yang mengungkapkan peristiwa peristiwa khususKalimat penjelas merupakan kalimat yang mendukung gagasan utama

Contoh Paragraf Induktif: 
Paragraf Induktif: Merupakan paragraf yang letak kalimat utamanya berada di akhir kalimat.
Contoh:
·         Tindakan juara dunia tinju kelas beral sejati, Mike Tyson dari AS dengan rekan senegaranya, Evander HolyJied, 28 Juli di Las Vegas AS mengundang kebencian. Di Inggris perbuatan Tyson tersebut bahkan dipakai tameng untuk mencabut eksistensi olahraga yang menggunakan sarung tinju itu. Kini di Amerika, kekhawatiran akan keselamatan petinju kelihatan mulai goyah.
·         Setelah diadakan peninjauan ke Desa Setia mekar Bekasi, diketahui persentase penggunaan listrik di RW 04 desa tersebut sebanyak 90%. Rumah penduduk yang telah menggunakan listrik, di RW 05 sebanyak 95%, RW 06 sebanyak 100%, dan RW 07 sebanyak 85%. Boleh dikatakan, di Desa Setia mekar  92% rumah penduduk sudah menggunakan listrik.

Daftar Pustaka :

Senin, 06 Oktober 2014

Tugas Softskill Bahasa Indonesia



Paragraf Induktif dan Deduktif


A.      Paragraf Induktif
Paragraf induktif merupakan paragraf  yang dikembangkan dari sesuatu yang bersifat khusus, lebih spesifik, menjadi suatukesimpulan yang bersifat umum, lebih luas.Atau juga dapat diartikan, suatu paragraf yang kalimatutamanya berada di akhir paragraf kemudian diikuti oleh kalimat penjelas.

Contoh Paragraf Induktif:
Pada waktu anak didik memasuki pendidikan formal, pendidikan bahasa Indonesia secara metodologis dan sistematis bukanlah merupakan halangan baginya untuk memperluas dan memantapkan bahasa daerah. SEtelah anak didik meninggalkan kelas, ia kembali mempergunakan bahasa daerah dengan teman-temannya atau orang tuanya. Ia merasa lebih intim dengan bahasa daerah. jam sekolah hanya berlangsung selama beberapa jam. Baik waktu istirahat ataupun diantara jam-jam pelajaran, unsur-unsur bahasa daerah tetap digunakan. Ditambah lagi jika sekolah itu bersifat homogen dan gurunya penutur  asli bahasa daeah itu. Faktor-faktor inilah yang menyebabkan pengetahuan si anak terhadap bahasa daerahnya akan tetap maju

B.      Paragraf Deduktif
Paragraf deduktif adalah paragraf yang kalimat utamanya terletak di awal paragaraf dan dilengkapi dengan kalimat penjelas sebagai pelengkapnya. Paragraf ini diawali dengan pernyataan umum dan disusul dengan penjelasan umum. Rangkaian kalimat Paragraf Deduktif mendukung suatu kalimat utama yang berada dibagian awal. Jadi, paragraf deduktif memiliki gagsan pokok (kalimat utama) diawal kalimat dan dijelaskan oleh kalimat-kalimat berikutnya.

Contoh Paragraf Deduktif :
Setiap hari selalu terjadi kemacetan di Jakarta.Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor , antara lain : Pertama, jumlah armada yang banyak tidak seimbang dengan luas jalan. Kedua, kedisiplinan pengendara kendaraan sangat minim. Ketiga, banyak tempat yang memunculkan gangguan lalu lintas, misalnya pasar, rel kereta api, pedagang kaki lima, halte yang tidak difungsikan, banjir, dan sebagainya. Keempat, kurang tegasnya petugas yang berwenang dalam mengatur lalu lintas serta menindak para pelanggar lalu lintas.